Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Selasa, 29 Januari 2013

Kakek Penjual Amplop


Kisah Kakek Penjual Amplop di ITB. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kamis, 27 Desember 2012

Menjemput Bidadari



Bismillahirrohmaanirrohiim.

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Teruntuk bidadari surgaku yang kini masih dirahasiakan-Nya, bidadari bagi anak-anakku kelak, wanita yang akan menjadi madrasah peradaban bagi anak-anak kita, dan juga yang akan menjadi anak bagi ibuku kelak.
Rindu dalam hatiku untuk bertemu sudah menggebu. Aku ingin segera bertemu dirimu, di dalam naungan dan mahligai cinta-Nya. Menjalani hidup dan tumbuh bersama, saling menyempurnakan separuh agama yang begitu indah ini. Saling mendukung dalam dakwah dan perjuangan agama ini.

Mungkin aku bukanlah laki-laki terbaik di dunia ini. Bukanpula pria rupawan yang bisa fisiknya kau banggakan. Dan aku juga tidaklah hartawan. Namun aku ingin berkata padamu nanti, sebelum akad terucap, bahwa aku ini hanyalah pria yang akan terus berusaha membuat dirimu dan serta anak-anak kita bahagia.

Senin, 24 Desember 2012

Pembunuh Yang Bertaubat


Dari Abu Sa’id Sa’ad bin Malik bin Sinan Al-Khudriy r.a, Nabi SAW bersabda, 

“Sebelum kalian, ada seorang laki-laki membunuh 99 orang. Kemudian ia bertanya kepada penduduk sekitar tentang seorang yang alim, maka ia ditunjukkan kepada seorang Rahib (Pendeta Bani Israil). Setelah mendatanginya, ia menceritakan bahwa ia telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya: “Apakah ia bisa bertaubat?” Ternyata pendeta itu menjawab: “Tidak” Maka pendeta itupun dibunuh sehingga genaplah jumlahnya 100. 

Kemudian ia bertanya lagi tentang seorang yang alim di atas bumi ini. Ia ditunjukkan kepada seorang laki-laki alim. Setelah menghadap ia bercerita bahwa dirinya telah membunuh 100 jiwa, dan bertanya: “Bisakah saya bertaubat?” Orang alim itu menjawab: “Ya, siapakah yang akan menghalangi orang bertaubat? Pergilah kamu ke kota ini (menunjukkan ciri-ciri kota yang dimaksud), sebab di sana terdapat orang-orang yang menyembah Allah Ta’ala. Beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan kembali ke kotamu, karena kotamu kota yang jelek!”

Lelaki itupun berangkat, ketika menempuh separuh perjalanan, maut menghampirinya. Kemudian timbullah perselisihan antara malaikat Rahmat dengan malaikat Azab, siapakah yang lebih berhak membawa ruhnya. Malaikat Rahmat beralasan bahwa: “Orang ini datang dalam keadaan bertaubat, lagi pula menghadapkan hatinya kepada Allah.” Sedangkan malaikat Azab (bertugas menyiksa hamba Allah yang berdosa) beralasan: “Orang ini tidak pernah melakukan amal baik.” 

Kemudian Allah SWT mengutus malaikat yang menyerupai manusia mendatangi keduanya untuk menyelesaikan masalah itu, dan berkata: “Ukurlah jarak kota tempat ia meninggal antara kota asal dengan kota tujuan. Manakah lebih dekat, maka itulah bagiannya.” Para malaikat lalu mengukur, ternyata mereka mendapati si pembunuh meninggal dekat dengan kota tujuan, maka malaikat Rahmat lah yang berhak membawa ruh orang tersebut.” (H.R Bukhari-Muslim)

Minggu, 23 Desember 2012

Kal Ho Naho (Esok Mungkin Tak Ada)


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Belajar bisa dari mana saja, bukan sekedar di sekolah maupun di kuliah. Bahkan dari film bollywood sekalipun kita bisa mendapat pelajaran. Salah satu film bollywood favorit saya berjudul “Kal Ho Naho” yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan, Preitty Zinta, dll. Dan dalam artikel ini saya ingin berbagi inspirasi dari apa yang di dapat dari film yang inspiratif ini.

Jangan Malu

1. #JanganMalu tidak jalan bersama pacar di malam minggu, malulah kalau sampai sekarang kau masih bertumpu sepenuhnya pada ibu.

2. #JanganMalu jika kamu tidak memiliki pacar, tapi malulah jika karna itu membuat kamu tidak produktif hidupnya.

3. #JanganMalu jika diejek cupu atau kolot karna menjaga fitrahmu, tapi justru malulah jika kamu menodainya untuk yang tidak halal bagimu

4. #JanganMalu tidak punya pacar, tapi malu jika sudah dewasa tidak membaca qur'an dengan lancar, muslim/ah kan?