Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Selasa, 26 Maret 2013

Ujian Kenaikan Tingkat


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Minggu, 24 Maret 2013 adalah hari ujian kenaikan tingkat sabuk taekwondo. Ada yang naik dari sabuk merah menjadi sabuk hitam, dan ada yang dari sabuk hitam Dan 1 ke Dan 2, dan seterusnya. Sekilas info, dalam Tae Kwon Do, sabuk merah adalah tingkat sabuk sebelum sabuk hitam, sementar ‘Dan’ adalah sebutan untuk level dalam sabuk hitam. Paling rendah adalah ‘Dan 1’ dan paling tinggi adalah ‘Dan 9’.

Senin, 25 Maret 2013

3 Kunci Perubahan


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Banyak dari kita yang ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, atau juga ingin mengubah kegagalan mereka menjadi suatu hal yang bias dibanggakan, menjadi sebuah kemenangan yang bersinar. Sayangnya banyak yang gagal, atau bahkan berhasil untuk bangkit namun merugikan, pastikan tiga hal dalam melakukan perubahan ini dengan baik dan tentunya benar.

Selasa, 05 Maret 2013

Sukses dengan SMART


Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Banyak orang ketika ditanya apa yang dia inginkan dalam hidupnya, maka jawabannya mayoritas adalah sama, yaitu SUKSES. Ketika ditanya lagi “sukses itu seperti apa?” banyak juga yang merasa bingung untuk menjelaskan apa arti sukses bagi mereka. Maka mereka harus menentukan sukses itu dengan SMART. Apa itu SMART?

Jumat, 08 Februari 2013

Reborn!


Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Apa kabar teman-teman semuanya? Sudah lama tidak update tulisan lagi di blog pribadi yang sederhana namun semoga tetap bisa memberikan inspirasi bagi yang membacanya, dan memberikan manfaat serta pahala bagi yang menyebarkannya, kita semua, aamiin.
Teman-teman semua pasti tau apa yang namanya kupu-kupu. Makhluk yang cantik, indah, dan sering digunakan juga sebagai simbol keanggunan. Banyak dari kita menyukai dan kadang takjub melihat keindahan warna-warni sayapnya dan gerakan terbangnya yang lembut.

Selasa, 29 Januari 2013

Kakek Penjual Amplop


Kisah Kakek Penjual Amplop di ITB. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.