Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Senin, 17 Desember 2012

Izinkan Aku


Ya Allah, ketika nanti aku menikah, izinkanlah aku menikah dalam ridho-Mu.
Izinkanlah aku menikah bukan sekedar memenuhi kebutuhan duniawi
Namun izinkan aku untuk menyempurnakan separuh agama ini

Kamis, 13 Desember 2012

Karena Cinta, Perlu Bukti


Bismillahirrohamaanirrohiim.

Mencintai perlulah bukti, bukan sekedar ucapan untuk menyenangkan hati. Termasuk mencintai Allah juga perlu dibuktikan. Tidak hanya bukti yang terucap oleh lisan, namun juga bukti yang diikuti tindakan oleh seluruh anggota badan. Mengucapkan cinta memang mudah, namun membuktikan cinta itu tidaklah mudah. Karena perlu kesungguhan hati dalam mencintai. Yang apabila hati telah bersungguh, maka tubuh akan ikut serta membuktikan.

Setiap orang bisa mengatakan bahwa dirinya mencintai Allah, namun tidak semua orang bersungguh-sungguh untuk membuktikan cintanya pada Allah. Mengaku mencintai Allah namun

Rabu, 12 Desember 2012

Dengan Jarak Ini

WALAU JARAK KITA TERPISAH JAUH

Jika hatimu merindukan seseorang...
Pejamkan matamu dan katakan...

Ya Allah...
Aku merindukannya karenaMu Ya Allah...
Jauhkanlah aku dari perkara yang bisa membuat aku lupa kepadaMu...
Aku semakin mengerti bahwa jarak ini bukan untuk menghukumku...
Tapi jarak ini untuk menjaga aku dan dia...

- Dengan ‘jarak’ ini... Aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi lebih baik...

Senin, 10 Desember 2012

Harapan, Keinginan, Doa

Bismillahirrohmaanirrohiim.
Jam di sudut kiri bawah layar netbook menunjukkan pukul 21.42 WIB, dan saya masih berkutat dengan tugas essay Akhlak Tasawwuf yang begitu rumit, karena merupakan satu pendalaman dari ilmu filsafat. Tiba-tiba ingin menuliskan sesuatu yang tiba-tiba terlintas.
Desember 2012, bulan ini banyak sekali rekan saya yang mengubah statusnya dari single menjadi double (alias berpasangan) dengan menikah. Wah betapa senangnya saya melihat teman-teman saya menempuh hidup baru dalam jalan yang diridhoi-Nya, dan saya berharap 2-3 tahun mendatang saya lah yang mengubah status itu bersama seorang wanita terbaik yang Allah amanahkan untuk saya jaga (aamiin). Ingin menuliskan kriteria pasangan yang saya inginkan, dengan nanti dibaca orang in sya Allah akan menjadi doa yang lebih diijabah oleh-Nya.
Kriteria yang sempurna? Tidak. Karena jika mencari seperti itu niscaya saya tidak akan pernah menikah. Kan manusia tidak ada yang sempurna. Bagi saya tidak perlu yang sempurna, cukup ini saja :
1.       Beriman dan mau mematuhi semua perintah-Nya
2.       Cantik? Relatif, buat saya yang penting saya merasa nyaman ketika di dekat dia
3.       Mau mendampingi dan mensupport saya dalam jalan dakwah
4.       Akhwat yang tertarbiyah
3 poin itu yang paling utama, Cuma itu? Tentunya ada lagi, tapi sebagai kriteria pemanis hehehe. Misalnya saya ingin pasangan saya seorang taekwondoin, karena saya juga seorang taekwondoin, jadi kalau punya hobi yang sama kan asik bisa latihan bareng hehe. Atau juga tadi kan kriteria utamanya yang tarbiyah, kalau Allah izinkan mau yang seorang murobbiyah juga, agar keluarganya bukan SAMARA (Sakinah Mawaddah Warahmah) aja tapi ada dakwah, yup menjadi keluarga dakwah. Dan juga ingin yang memiliki pendidikan dalam dunia kesehatan (dokter, bidan, perawat, dll) karena biar bisa mengatur pola hidup saya yang agak berantakan. Terkadang aktivitas banyak tapi saya kurang asupan, dan istirahat, sehingga sering drop dan sakit hehehe. Begitulah kurang lebih, semoga Allah ridhoi.
Oke, saya harus kembali menyelesaikan tugas UAS ini, oh ya, bentar lagi 2013, itu artinya tinggal 2 tahun lagi waktunya, harus lebih tingkatkan ikhtiar *pasang ikat kepala*, mohon doanya :D

Minggu, 09 Desember 2012

Mencintai Dalam Diam


Mencintai dalam diam. Mungkin ini adalah pilihan yang banyak dilakukan oleh banyak pemuda-pemudi islam yang tidak berani menjalani satu hubungan yang jelas mereka pahami bukanlah hal yang dibolehkan oleh islam. Di saat banyak muda-mudi menyatakan cintanya dan menjalin hubungan yang belum halal, maka ada sebagian dari mereka memilih untuk diam dan tidak menunjukkan perasaan mereka kepada seseorang yang mereka suka. Apakah itu salah? Tentu tidak, karena itu merupakan satu cara yang baik meski itupun belum sepenuhnya benar. Lalu apa cara yang baik dan juga benar, tentu saja perasaan cinta yang timbul itu dibingkai dalam sebuah hubungan yang halal didalam satu akad yang suci dan menggetarkan ‘Arys bernama “Pernikahan”, namun jika belum siap maka menjadi “cinta dalam diam.”