Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Rabu, 28 November 2012

Karena Aku Mencintaimu

Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu....

Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
Karena cinta ini.....

Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.


Khususson bagi para ikhwan (terutama diri ane pribadi niech), jangan jualan gombal, jangan obral janji. Itu semua hanya bikin sakit ati. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta.

Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dzolim??

Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Mau sampe jungkir balik juga gak pa-pa deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali.

Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap.

Stay cool, calm, confident. Be a JOSH (JOmblo Sampai Halal)

Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Kalian tidak suka terombang-ambing kan? Kalian lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah kalian dengan datang ke orang tua kalian.

Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah … (Bang Napi mode ON,... ^___^!)


copas from : http://www.blog.jomblosampaihalal.com

Senin, 26 November 2012

Mahabbah part 1 (Makna dan Tanda-Tanda Cinta)

bismillah, saya mulai sharing tentang #Mahabbah part 1 (karna akan panjang dan bahas mendalam) biar jangan lagi salah persepsi :)

cinta? bagaimana rasanya? kata yang lagi jatuh cinta tuh indah, penuh pesona, semangat, senyum mulu, dll. #mahabbah

kok tau? setiap orang pasti pernah yang namanya jatuh cinta kan? hehehe :D #mahabbah

tapi sayangnya ketika membahas "cinta" langsung deh tertuju pada lawan jenis, padahal cinta itu luas loh. #mahabbah

cinta pada orang tua, adik, sahabat, harta, hobi, dll, jadi cinta bukan kepada lawan jenis saja. #mahabbah

apa sih makna cinta itu? banyak yang menafsirkan cinta ya, bahkan Patkai juga punya tafsir sendiri tentang cinta hehe. #mahabbah

1/4 "cinta: perasaan yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh kasih sayang, gairah, dan kelembutan..... #mahabbah

2/4 "cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tidak dapat terpisahkan dengan kehidupannya." #mahabbah

3/4 "jika seseorang ingin ikut menikmatinya dengan cara yang terhormat, mulia, suci dan penuh taqwa," #mahabbah

4/4 "tentu ia akan pergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia" -Abdullah nashih Ulwan- #mahabbah

ternyata cinta itu fitrah dan berpengaruh sekali dalam kehidupan seseorang, oleh karna itu harus berhati-hati mengartikannya. #mahabbah

"duuuh, kok gue ngerasa ini ya? apa ini cinta?" nah yuk coba kita lihat tanda-tanda sedang jatuh cinta. #mahabbah

"Bergetar bila disebut nama si dia". orang yang sedang jatuh cinta bila mendengar nama yang dicinta disebut hatinya akan berdebar. #mahabbah

orang yang beriman akan bergetar hatinya ketika disebut nama Allah (Q.S Al-Anfal:2), karna orang beriman pastilah mencintai Allah. #mahabbah

"Banyak menyebut namanya" orang yang jatuh cinta biasanya suka banget menyebut-nyebut nama dan cerita yang dicinta. #mahabbah

lalu apalagi? "Haus informasi tentang dia", betul? selalu ingin tau tentang yang dicinta lebih mendalam, ya kan? :) #mahabbah

"mencari perhatian di dia" alias caper hehe, akan berusaha tampil sebaik mungkin di depan yang dicintainya. #mahabbah

"selalu ingat dengan yang dicintai" setiap saat, dimanapun akan ingat dengan yang dicintainya. #mahabbah

nah tanda-tanda tadi juga terjadi pada orang beriman, namun yang menjadi objek cinta mereka adalah Allah. #mahabbah

dzikrullah adalah tanda seseorang yang mencintai Allah, dia sering menyebut nama-Nya, dan menceritakan nikmat-Nya. #mahabbah

selalu mencari perhatian-Nya, dengan berusaha melakukan amal perbuatan denagn mengharapkan ridho-Nya. #mahabbah

dan dimanapun akan ingat Dia, dengan begitu hatinya menjadi tenang dan juga tidak sembarang bertindak. #mahabbah

yap, itu dulu bahasan #mahabbah kita, berikutnya kita akan bahas "pengaruh dan prioritas cinta" yang sering salah kaprah

Senin, 12 November 2012

Tidak Harus


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Membahas soal cinta dan jodoh itu memang tiada akan habis temanya. Mulai dari bagaimana jodoh yang baik sampai cara menjaga cinta agar halal nantinya. Dan dalam tulisan ini saya ingin mencurahkan sedikit kriteria jodoh yang saya inginkan.

Aku inginkan dia yang tidak harus rupawan, namun bisa membuat diri ini merasa tentram dan nyaman.

Tidak haruslah dia seorang yang kaya, aku inginkan dia yang mau berusaha bersama membangun sebuah keluarga.

Dia juga tidak harus dari keluarga bangsawan atau ningrat, cukuplah dia dan keluarganya mau menerima diriku dan keluargaku dengan hangat.

Dan tidak harus yang sholihah, tapi yang mau berusaha menjadi sholihah dan menjalankan syariat-Nya dengan kaffah sampai akhir hayatnya.

Karna tidak ada manusia yang sempurna. Jika berharap jodoh yang sempurna, maka bersiaplah membujang sampai akhir usia.

Tapi cukuplah dia yang sama-sama mau menyempurnakan setengah dari agama ini bersama hingga akhir masa.

dan doa yang ku pinta,

Semoga segera dipertemukan dimanapun dia berada, dan berusaha meraih surga-Nya bersama-sama.

Seperti Ali dan Fatimah


Bismillahirrohmaanirrohiim.

Pukul 21.35 WIB. Hujan deras membuat saya menunda pulang dari kamar rawat ibu di rumah sakit. Dan entah kenapa tiba-tiba hati dan tangan ini ingin sekali bergerak untuk membuat tulisan ini. Mungkin inilah kata hati yang menggerakan jasmani.
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Azzahra. Kisah cinta paling romantis di dunia ini. Bahkan mengalahkan pesona kisah cinta Romeo dengan Juliet. Cinta yang terpendam begitu lama dan akhirnya menikah sebagai muaranya. Harapan ini juga yang saya doakan di setiap akhir sujud dan di sepertiga malam. Semoga bisa bertemu dengan seseorang di sana yang menyimpan dan menjaga cintanya untuk halalnya nanti.

                “wahai pemilik tulang rusukku, aku di sini memendam rindu untuk segera bertemu denganmu. Sampai saatnya nanti bertemu, kita sama-sama berusaha memperbaiki diri. Aku pun akan berusaha untuk segera menjemput dirimu. Begitupula dengan dirimu, berusahalah untuk sabar sampai diriku menjemput dirimu. Jagalah selalu izzah dan iffahmu. Dan doakan pula agar aku bisa segera menjemputmu. Dimanapun dirimu, aku akan datang untuk membawamu ke dalam keluarga baru. Allah, aku, kamu dan anak-anak kita nanti.” :’)

Selasa, 30 Oktober 2012

#UnfollowRamalan


Tau kan islam melarang kita untuk mempercayai ramalan mendatangi dukun, dan sejenisnya?

Zaman dulu mungkin mendatangi dukunnya, tapi zaman modern ini engga usah datang, tapi follow atau baca *eh*  

Istilahnya sekarang dukun dan ahli ramal elektrik *pulsa kali elektrik :p* tapi intinya sama saja, haram.  

Beberapa saya pernah tanya teman-teman yang follow dan membaca ramalan, dan ada jawaban yang sama muncul.  

Seperti "cuma baca buat senang-senang" "buat motivasi" dan "engga percaya kok gue"

Oke, kita spesifik lagi bahasnya hanya ditwitter ya, karna kajian kita melalui twitter nih hehehe *sok dosen*

Kawan, memfollow atau bahkan me-RT tweet ramalan bahaya karna bisa jadi tanpa sadar kita meyakininya.  

Yang pada akhirnya menjadi syirik kecil yang tidak kita sadari, dan lama-lama meracuni dan mematikan hati (iman)  

"tapi kan boleh kalau sekedar membaca, ga ada hukum jelasnya kan?" | "iya, tapi ingat, apa yang kita baca akan masuk hati"

Makanya lihat deh yang sering baca ramalan sama baca Al-Qur'an, sifat dan karakternya beda.  

Ada pula yang bilang follow dan baca ramalan untuk motivasi, so, coba kita lihat lebih jauh lagi.  

Kalau kita membaca ramalan untuk motivasi, kenapa tidak lebih percaya dan termotivasi pada ayat Qur'an?  

Bagaimana perbandingannya jauh kan? Ramalan spekulasi dan ayat Qur'an itu pasti, pilih mana?  

Yakin dengan Allah harusnya tidak ada lagi keraguan terhadap apapun dalam hidup, termasuk percaya ramalan.  

Percaya ramalan bisa jadi ada keraguan terhadap Allah, nah loh? Coba yuk cek lagi hati kita nih.  

Qur'an dan ramalan isinya tentang masa depan, betul? Tapi bedanya, Qur'an = kepastian, dan ramalan = untung-untungan.  

Coba kita pikir, orang yang membuat ramalan itu manusia apa Tuhan (Allah)?  

Orang yang membuat ramalan itu bahkan belum tau dan yakin untuk hidupnya besok sendiri gimana loh.

Dia saja belum tau pasti bagaimana hidupnya besok, kamu percaya dengan ramalan dia tentang hidupmu?  

Sudah mulai gelisah? Sudah mulai gereget bacanya? Atau bahkan sudah klik unfollow? Hehehe  

*bersambung*