Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Minggu, 28 Oktober 2012

Tentang Diri Saya


Assalamu’alaykum Wr. Wb.

                Mungkin telat jika saya menulis artikel ini, harusnya diawal saya menulis dan mempostingnya diblog saya. Tapi tidak apa, bukankah lebih baik telat daripada tidak sama sekali?
Izinkan saya memperkenalkan diri saya kepad teman-teman pembaca dan followers semua lebih lengkap tentang saya.





                Nama saya Panji Nursamsi, lahir di Jakarta, 17 Mei 1992 dari sepasang bidadari bernama Iin Solihin (ayah) dan Sri Rostikawati (ibu). Saya memiliki seorang adik perempuan bernama Pitia Nuranisukma. Kalau teman-teman jeli, inisial nama saya dan adik saya adalah “PNS” yang merujuk pada pekerjaan ayah saya yang seorang PNS (nebak-nebak hehe).
                Mau sedikit cerita kenapa saya dinamakan “Panji Nursamsi” yang memiliki arti “perlambang cahaya matahari” kata ibu saya waktu itu saya terlahir di waktu shubuh dan saat fajar merekah. Diharapkan saya seperti fajar yang memberi pencerahan setelah kegelapan, berat ya hehe, tapi insya Allah saya akan berusaha menjadi seperti yang mereka harapkan. Tapi kenapa “samsi” dan bukan “syamsi” ya mudah saja jawabannya, karna keluarga urang sunda, jadi pakai logat sunda deh namanya hehehe :p
                Mengenyam pendidikan dari TK Kemala Bhayangkari 25 Pasar Jum’at, lalu dilanjutk di SDN Pondok Pinang 10 Pagi, dan setelahnya masuk SMPN 85 Jakarta, dan setelahnya ke SMAN 66 Jakarta, dan sampai sekarang masih kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

                Sebagai laki-laki saya memiliki hobi yang tentunya berhubungan dengan olah fisik, seperti bela diri (alhamdulillah saya sudah menyandang sabuk hitam internasional), juga futsal sebagai striker (saya gesit dan kencang, tapi takut digebok hehe makanya di depan), dan juga touring ke beberapa kota. Ya, jiwa petualang lah ya hehehe. Saya suka membaca buku-buku pengembangan diri, hal-hal islam, dan juga sebagainya, suka banget deh membaca. Karna dengan membaca saya bisa mengenal dunia, betul? Kesukaan dalam hal makanan sebagai seorang sundanese tentunya saya suka makan pedas namun terkadang perut saya tidak kuat dengan pedas, agak kontradiksi jadinya. Saya juga suka dengan olahan ayam, dan makanan enak lainnya hehehe.
                Sekarang kegiatan saya adalah kuliah, mengajak taekwondo, mengisi halaqah, berorganisasi di ikatan alumni muslim di SMA  66 Jakarta, di dakwah kampus, mengajar PKMA (Pelatihan Keterampilan Membaca Al-Qur’an). Selain kegiatan formal, saya juga tertarik kegiatan sosial untuk membantu sesama yang kurang beruntung. Sempat mendirikan satu gerakan “Tunas Muda Peduli” namun karna satu dan lain hal akhirnya dihentikan gerakannya.
                Saya memiliki impian untuk menjadi seorang trainer, agar saya bisa memberikan pencerahan (seperti nama saya ehehe) dan juga membawa kebaikan pada orang sekitar. Ini juga terinspirasi dari masa lalu saya yang agak kelam. Oleh karena itu saya tidak ingin ada yang mengalami hal sama. Dan juga sebagai jalan dakwah saya ke depannya. Saya juga ingin memiliki seorang istri dengan kriteria: 1. Akhwat sholihah, 2. Saya merasa nyaman dengannya, 3. Mau mendukung jalan dakwah saya, 4. Menerima keluarga saya apa adanya, 5. Mau menerima saya menjadi suaminya. Dan tentunya karna saya tarbiyah, saya ingin mendapat istri yang tarbiyah juga hehehe.
                Mungkin begitu dulu saja kawan, sila baca-baca di artikel saya yang lain diblog saya.
Salam #MudaMulia!

Senin, 22 Oktober 2012

3 Tahun Mendatang


(sedikit menuliskan apa yang terbersit dalam hati dan pikiran)


Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Kembali aku tulis surat ini teruntuk istriku, ibu dari anak-anakku, menantu bagi ayah dan ibuku, serta pendampingku meraih ridho-Nya kelak yang aku belum tahu dimana dan siapakah dirimu. Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya.
Apa kabar dirimu? Semoga baik dan menyenangkan selalu. Kini dalam pikiranku sedang berkelebat satu hal, “3 tahun lagi”, ya 3 tahun lagi adalah keinginan diriku untuk menjemput dirimu, memjemputmu dari orangtuamu untuk mendampingi diriku menjalani hidup. Kau tahu? diriku kini sedang berusaha untuk lebih memantaskan diri untuk bisa menjemput dirimu, agar Allah mau memberikan amanah yang begitu indah yaitu menikahi dan menjadi imam bagimu.
3 tahun, bukanlah waktu yang lama, itu akan terjadi sebentar lagi dimana saat itu di depan penghulu dan walimu, akan ku katakan “Saya terima nikah dan kawinnya ............ binti ...... dengan mas kawin tersebut, tunai.” Dan semua saksi mengatakan “sah” lalu mendoakan ikatan baru kita, ikatan baru bernama cinta. Oleh karena itu bantulah aku dengan berdoa kepada-Nya, agar Dia mau mempertemukan kita, dalam waktu 3 tahun mendatang. Di sini aku akan berusaha untuk menjemputmu, karna 3 tahun lagi, dimanapun kamu berada aku pasti akan menjemputmu. Hanya itu yang ingin aku tuliskan. Bahagiakan selalu orang-orang di sekelilingmu dengan cahaya lembut akhlakmu.
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Kisah Hijrah


                Assalamu’alaykum Wr. Wb.

                Mungkin ada sebagian teman yang memfollow saya ditwitter mengenal saya setelah saya hijrah, dan hanya sedikit yang tahu bagaimana saya sebelum dan saat proses hijrah itu. Dan entah kenapa saya ingin membagi cerita hidup saya ini kepada teman pembaca semua. Semoga bisa memberi inspirasi dan manfaat.
                Bagaimana saya memulia ceritanya ya? Bingung hehehe J Baiklah, begini saja, sila dibaca:
                “Masa lalu saya tepatnya ketika usia remaja atau sedang sekolah SMA adalah masa-masa jahiliyah dalam hidup saya. Saat itu pribadi dan sifat saya berbanding terbalik dengan diri saya sekarang jika teman-teman mengenal saya dari tweet-tweet saya. Dahulu saya anak yang nakal, melawan orang tua, punya pacar (tapi sekarang anti banget banget sama pacaran, hehe), ibadah low, yah begitulah saya pun menyesalinya.
                Sekitar 2 tahun seperti itu juga dipengaruhi oleh lingkungan, itulah sebabnya kenapa saya menganjurkan teman-teman pembaca semua untuk pandai dalam memilih lingkungan pergaulan. Bersenang-senang dengan cara yang tidak islami, membuat saya merasakan senang tapi dalam hati gersang. Jasad senang, tapi ruhiyyah meradang. Hingga satu peristiwa terpenting dalam hidup saya membuat saya hijrah untuk selamanya. Apa kejadiannya?
                Waktu itu saya diputusin oleh pacar saya itu, sakit hati? Iya sakit hati, tapi justru sakit hati itu ternyata membawa saya pada satu pemahaman, “Cinta manusia itu datang dan pergi, namun cinta Dia tidak pernah pergi, hanya kita yang selalu menghindari cinta-Nya.” Setelah itu pun saya berikrar kepada Allah untuk tidak lagi berpacaran. Apa cukup sampai itu? Tentu saja tidak. Ketika seseorang memutuskan untuk hijrah, akan ada saja halangannya terutama dalam hal janji untuk tidak pacaran (teman-teman bisa baca di tulisan “Ikrarku Pada-Mu 1 & 2” di blog ini juga), dan teman-teman saya yang dulu dirasakan mulai tidak nyaman saya tinggalkan, tapi sampai saat ini masih silaturahim.
                “Ketika kita memilih Allah sebagai tujuan, maka yang berbeda tujuan akan meninggalkan. Namun yakinlah Allah akan memberimu teman yang memiliki satu tujuan. Ridho Allah.”
                Alhamdulillah dengan yakin akan sugesti itu, perlahan Allah mempertemukan saya dengan orang-orang yang hebat. Izinkan saya sebutkan beliau-beliau : Ria Nurfitriani Dewi, Teh Pepew, Kang Wandy, Teh Yuyu , Teh Depoy, Kang Arief, Sobat Loversh, Mas Brili, Kang Rendy, Kang Canun dan Teh Fufu yang beliau-beliau semua adalah inspirator dalam bidangnya, semoga saya seperti beliau-beliau nantinya (aamiin).

Minggu, 19 Agustus 2012

Bijak Memilih Idola

1. Idola, atau idol dalam bahasa inggris memiliki arti yang disembah atau bisa dibilang yang menjadi panutan

2. Oleh karna itu ketika seseorang mengidolakan suatu hal, maka dia akan menjadikan hal itu sebagai panutannya

3. Ketika mengidolakan sesuatu tanpa kita sadari muncul juga perasaan mencintai, sehingga marah jika ada cibiran tentang idolanya

4. Generasi remaja muslim zaman sekarang mengalami krisis identitas, sehingga mencari idola untuk panutan, kadang salah idola

5. Ingin jadi seperti siapa? | boyband ini, artis ini, aktor ini | kenapa? | karna dia keren, cantik, bla bla | bukan karna dia bertaqwa? -,-

6. Idolakan orang yang bertaqwa pada Allah, yaitu Rasul dan ummat muslim lainnya, bukan idolakan yang membuat kita jauh dari Allah

7. Generasi muslim yang sekarang ada baiknya menjadikan Ummar bin Khattab sebagai panutan, bukannya boyband/girlband -,-

8. Islam tidak melarang untuk mengidolakan siapapun, asal idolanya itu membawa kepada ketaqwaan

9. Dan islam sudah memberikan dan mencontohkan untuk mengidolakan Rasulullah SAW, karna beliau adalah uswatun hasanah

10. Karna Rasulullah adalah suri tauladan yang baik dan juga menjadi panutan yang baik menuju ketaqwaan

11. Sangat disayangkan ketika seorang anak kecil ditanya siapa idolamu, maka jawabannya boyband ini, girlband itu

12. Dan bahkan mereka hapal biografi, kesukaan idolanya itu, namun ketika ditanya siapa itu Saad bin Abi Waqas, nihil

13. Padahal lihatlah apa yang dilakukan idol-idola mereka itu? Mengumbar aurat, khalwat, hidup bebas dan hedonis, contoh tidak baik

14. Ya memang disayangkan banyak bertebaran idola, namun idolanya jauh dari membawa taqwa, padahal banyak yang krisis identitas

15. Terutama bagi yang masih mencari jati dirinya, mereka memilih idola yang justu membuat mereka jauh dari tujuan

16. Padahal jati diri sesungguhnya adalah pemuda muslim yang menjadi pilar kebangkitan islam

17. Bisa kita lihat beberapa waktu artis A disambut penuh euforia terbebas dari penjara karna tindakan yang salah

18. Dengar-dengar juga sampai ada yang jual motor hanya untuk melihat artisnya itu keluar tahanan, agak berlebihan

19. Atau saat boyband S berkunjung, ada yang sampai menangis karna tidak bisa bertemu, menangiskah ketika tau pengorbanan Rasulullah?

20. Tidak salah jika mengidolakan seseorang, namun alangkah baiknya tidak terlalu berlebihan kecuali idolanya itu taqwa

21. Ketika di Akhirat nanti, kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai atau idolakan, nah kalo idolanya engga taqwa, gimana? :/

22. Idolanya Tuhannya beda, imannya beda, dan kita dibangkitkan bersama mereka, dan karna itu masuk neraka, sayang sekali

23. Jika kita mau merenung, kurang apa sih Rasulullah? Sehingga kita mencari idola lain, manusia terbaik dan paling mulia yang tak tergantikan

24.  Dan tidak ada ruginya kita mengidolakan sang penyampai risalah islam itu, utusan Allah yang mulia

25. Ingin idola yang lembut hatinya? Idolakanlah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang lembut hatinya, bahkan bisa menangis ketika tilawah

26. Idolakan orang yang kuat dan tegas? Ada Ummar bin Khattab, yang tegas dan kuat baik fisik maupun imannya, syaithan pun takut

27. Suka dengan idola yang dermawan dan tidak kikir? Kita bisa idolakan Utsman bin Affan

28. Dan ada juga Ali bin Abi Thalib yang terkenal akan sikapnya yang santun dan pemalu, bahkan malaikatpun malu padanya

29. Suka dengan taktik dan pribadi cerdik? Idolakan "Syaifullah" Khalid bin Walid, bergelar Pedang Allah

30. Dan masih banyak lagi tokoh sahabat Rasul yang bisa kita jadikan idola, dengan kelebihannya masing-masing, ya kan?

31. Bahkan jika kita inginkan panutan yang tampan, cerdas, baik hati, akhlak santun, lah bisa dibilang, tak lain, Rasulullah SAW

32. Kenapa kita tidak bisa mengidolakan atau mau mengidolakan beliau-beliau? Karna kita kurang membaca sirahnya

33. Kalau saja kita mau menyempatkan waktu mendalami sirah beliau-beliau, niscaya kita akan takjub padanya

34. Kisah perjuangan yang mengundang decak kagu, cerita persahabatan yang indah, penjagaan cinta yang tentunya berkah

35. Tugas kita apa sekarang? Yuk kita coba idolakan orang-orang bertaqwa seperti para sahabat, kita pahami sirah mereka

36. Ajak pula teman-teman kita agar mengagumi dan mencintai para pejuang islam, seperti Muhammad Al-Fatih, sebaik-baik komandan perang

37. PR kita apa? ketika menjadi orang tua, kenalkan anak-anak kita kepada tokoh-tokoh islam, jangan biarkan mereka menjadi salah idola

38. sekian kultwitnya, sekarang, siapa idolamu? saya, Rasul, dan Ummar bin Khattab, karna saya suka ketegasan :)

Rabu, 15 Agustus 2012

Siap dan serius? menikah lah bukan pacaran!

1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR mau tetangga, tetep aja haram
3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | nggak ngapa-ngapain aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usahlah
4. "tapi kan kita punya perasaan" | so? punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum Allah yang kasi kamu perasaan
5. "kalo pacarannya bikin positif?" | positif hamil maksudnya?
6. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu untuk Allah atau untuk pacar? pernah denger ikhlas?
7. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)
8. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat
9. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat pada Allah iya, dalam maksiat? masak ortu lebih tau dari Allah?
10. "jadi nggak boleh nih? kl dikit aja gimana?" | eee.. nawar, emang ini toko besi kulakan?
11. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | nikah, itu solusi dan baru namanya serius
12. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?
13. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti
14. "pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya" | itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak unt sengsara
15. "pacar sy bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget
16. "pacar sy bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, itulah yg cowok katakan untuk tunjukkin betapa nggak komit dia
17. "pacar sy bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah
18. "pacar sy bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan, nggak siap tu namanya
19. "pacar sy siap ketemu ortu sy sekarang juga, tapi sy yg belum siap" | cape deeh (=_=);
20. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan
21. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera
22. "iya, sy udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | tuh, tau kan mental lelaki pacaran, suruh nguras laut aja lelaki begitu
23. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | bukan justru mengobral diri
24. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik
25. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan
26. kl siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan mainan bagi yg belum siap
27. jadi serius bagi yg sudah siap adl dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap adl mendekat dan taat pada Allah | kelir?!