Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Rabu, 15 Agustus 2012

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai
bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan
sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur'an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh
diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan
tadi 
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan
sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi..
 kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Senin, 13 Agustus 2012

Muliakan Dirimu, Ukhti.

1. Cantik dan anggun itu bukan dinilai pakaian yang seksi mengumbar aurat dan mahal. Tapi dari seberapa terjaganya hijab diri.

2. Akhwat fillah, berkerudung saja belum cukup jika belum syar'i. Ulurkan hijab menutupi tubuhmu, jangan ketatkan pakaianmu.

3. Cantikmu, elok tubuhmu akan mendatangkan mudharat bagimu jika kau mengumbarnya, jangan bahayakan dirimu, dunia-Akhirat.

4. Ketahuilah lelaki mungkin suka melihatmu mengumbar aurat, karna syaithan, bukan karna perasaan. Senangkah kau dipuji syaithan?

5. Kalopun para ikhwan memuji, bukanlah karna parasmu, namun akhlak dan agamamu. Itupun tidak terang-terangan di hadapanmu.

6. Jika kau sudah berhijab, perbaiki akhlakmu. Karna hijab dan akhlak adalah dua sisi koin tak terpisahkan.

7. Ukhti, hijabkan dirimu, perhalus akhlakmu, indahkan lisanmu, maka bidadari surgapun akan cemburu kepadamu

8. Allah memberimu kemuliaan, hal berharga, ada baiknya engkau jaga, bukan memamerkannya, bukankah itu sikap sombong?

9. Berhijab merupakan aplikasi rasa syukur dirimu atas kemuliaan dan berharganya dirimu, dan Allah akan menambah nikmat-Nya.

10. Wanita itu berlian. Indah, berharga, tak ternilai. Namun sekali tergores akan jatuh harganya, dan goresan permanen. Jaga hijabmu.

11. Hal berharga akan dijaga dan rahasia. Tidak seperti kerikil yang terserak dimana-mana. Bisa diambil dan dilempar siapa saja.

12. Maka jadikanlah dirimu laiknya berlian, bukan seperti kerikil.

13. Berhijab mungkin menutup, namun sebetulnya ia membuka. Membuka keberkahan, membuka ridho Allah dalam hidupmu.

14. Tulus dari hati, kami mengajak ukhti fillah yang belum berhijab agar segera berhijab, bukan karna paksaan, namun memang itu kebenaran.

15. Ingin dicemburu bidadari atau ingin syaithan yang memuji? Your life, your choice. Namun setiap pilihan menghasilkan konsekuensi.

16. 

Minggu, 12 Agustus 2012

Ikrarku Pada-Mu 2


                Bagi sobat yang baru membaca artikel ini, ada baiknya membaca dari awal cerita yang ada di “Ikrarku Pada-Mu 1”, agar tahu jalan ceritanya J
                Setelah berikrar kepada Allah dengan janji bahwa saya tidak akan pacaran sampai saatnya menikah nanti. Awalnya saya pikir sudah selesai begitu saja, dan saya tinggal menjalani hidup dengan tenang dan indah tanpa namanya makhluk merepotkan bernama “pacar”, ternyata dugaan saya salah. Beberapa bulan setelah saya berikrar itu, secara tidak sengaja saya kenal dengan seorang wanita, umurnya di bawah saya, berkerudung, dan bisa dibilang lumayan cantik. Awalnya karna dia menjadi friends facebook saya, namun saya tidak mengenalnya, akhirnya saya menanyakan siapa dia. Beberapa chat dan wall berlanjut karna berkenalan, akhirnya terjadi komunikasi via sms, lambat laun muncul perasaan nyaman dan suka. Berlanjut menjadi pertemuan, dan ternyata perasan itu semakin menguasai. Dan hal itu bukan terjadi dari satu pihak, si wanita juga merasakan hal yang sama, dia juga menyukai saya. Indah jatuh cinta, namun sebetulnya akan menjadi sebuah dilema.
                Singkat cerita, di suatu senja, kami melakukan komunikasi seperti biasa melalui pesan singkat. Hingga akhirnya awal dilema pun bermula, wanita itu mengutarakan perasaannya pada saya. Terkejut? Iya. Senang? Saya senang karna tidak bertepuk sebelah tangan. Gusar? Ya, sangat gusar, takut dan galau saat itu. Kenapa saya harus galau ketika ada orang yang kita sukai menyatakan perasaan yang sama kepada kita, bisa menjadi pacarnya. Satu alasan, karna ikrarku pada-Nya, janji saya kepada Allah untuk tidak berpacaran lagi sampai saatnya menikah. Saya berpikir keputusan mana yang saya harus ambil? Menerimanya dan menjadi kekasihnya namun mengingkari janji pada Allah? Atau justru tetap teguh pada prinsip meskipun harus kehilangannya? Beberapa waktu saya menimbang, cukup bimbang. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk tetap teguh pada prinsip, dengan alasan bahwa jika saya memilih untuk tetap teguh pada janji sama Allah, niscaya Dia akan memberikan yang terbaik. Dan betul saja, wanita itu akhirnya pergi dan tidak beberapa waktu kemudian wanita itu memiliki hubungan dengan pria lain. Sakit mengetahuinya, namun saya lega dan meyakinkan bahwa inilah anjuran Allah yang terbaik.
Selang beberapa hari kemudian, Allah kembali “berbicara” kembali kepada saya melalui kitab suci-Nya ketika saya tilawah harian, yang begini bunyinya,

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” (Q.S Al-Ankabut : 2)

                Dan saya pun tersadar, peristiwa dilematis yang terjadi adalah semata-mata Allah ingin menguji kesungguhan niat dan jani saya kepada-Nya, ya, saya diuji seperti firman-Nya di atas. Oleh karna itu untuk sobat yang sedang memilih jalan untuk ta’aruf dan berjanji kepada-Nya untuk tidak berpacaran, dan datang seseorang yang sepertinya “terlihat” tepat namun mengajak untuk maksiat (berpacaran) percayalah, itu adalah ujian dari Allah, untuk menguji kesungguhanmu. Dan saya yakin sobat semua bisa melaluinya, karna saya bisa, maka kamu juga bisa ;)

Kamis, 09 Agustus 2012

Ikrarku pada-Mu 1



                Mungkin teman-teman ditwitter khususnya sahabat-sahabat #LOVERSH tahu saya begitu menolak yang namanya “PACARAN”, tapi sepertinya belum semua tahu kenapa saya begitu menolaknya. Beginilah ceritanya J
                Dulu saya pernah khilaf (berpacaran) karna masih minimnya pemahaman agama dan pergaulan sekitar yang mendukung saya untuk itu. Tapi alhamdulillah setelah menemukan hidayah dari Allah SWT, meskipun sedikit menyakitkan, saya bisa move on (cara move on bisa dibaca di artikel saya “How To Move On”). Oke, bukan itu yang ingin saya ceritakan sebetulnya hehe :D
Ini adalah satu bagian perjalanan saya menjadi seorang ikhwan yang ingin meraih cinta yang halal. Kisah perjanjian saya dengan Sang Maha Cinta. Beberapa tahun yang lalu setelah saya putus dengan sangat menyakitkan, saya memutuskan untuk tidak lagi berpacaran, kecuali setelah menikah. Awalnya saya ragu, apakah mungkin bisa? Dan alasan apa saya harus menolak dan tetap bersikukuh untuk istiqomah menjaga diri sampai halal? Saya terus mencari alasan yang kuat agar saya bisa memiliki pegangan jika saya goyah. Saya kaji baik-buruk pacaran, baik secara umum maupun syariat, namun hati saya belum mantap. Hingga suatau maghrib ketika tilawah qur’an, sampailah saya pada ayat yang sampai saat ini menjadi prinsip saya,

                “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)...” (Q.S an-Nuur:26)

                Saya begitu tersentuh dan tersadar, inilah alasan saya kenapa harus menjaga diri sampai akad nanti, sampai halal nanti, karena saya menginginkan jodoh dan pasangan yang nantinya baik dan begitu indah akhlaknya. Allah hanya akan memberikan hamba-Nya yang baik untuk dinikahi jika kita adalah orang yang pantas untuk mendapatkannya. Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih/ah, sudah pasti kita harus menjadi sholih/ah pula. Ya, itulah alasannya, jodoh itu bukan soal mencari kriteria yang kita inginkan, namun bagaimana menjadi seperti kriteria yang kita inginkan. Karena tidak adil rasanya jika kita berdoa kepada Allah agar diberi jodoh yang baik, sholih/ah, dan sifat-sifat terpuji lainnya, namun kita tidak memperbaiki diri kita. Akhirnya sejak malam itu, saya berikrar langsung kepada Allah, saya berjanji pada Allah, “Ya Allah, Engkau sebagai saksi janjiku, Engkau Yang Maha Mendengar, dengarlah janjiku! Mulai detik ini, aku TIDAK AKAN pacaran lagi hingga tiba yang halal bagiku.”
                Begitulah awal mula saya meyakinkan diri untuk ta’aruf. Dan alhamdulillah sampai saat ini (semoga seterusnya) sesuai janji saya kepada-Nya, saya tidak pacaran (semoga yang membaca juga ^_^) Namun ternyata, hal itu belum berhenti sampai sini saja, ada satu peristiwa penting lagi setelahnya, mau tau lanjutannya? Tunggu ditulisan saya berikutnya :D

Kamis, 02 Agustus 2012

How To Move On

1. pertama-tama, tentu aja niatkan untuk bangkit atau move on, jangan cuma niat! tapi niat yang kuat dan mantap!

2. Sudah mantap? oke lanjut, jangan terlalu memaksakan untuk melupakan hal yang menyakiti kita itu let it flow.  

3. Karna faktanya, semakin kita berusaha untuk melupakan, malah semakin keingat dengan hal tadi, betul ga?  

4. Lalu gimana cara melupakannya? isi waktu kita dengan kegiatan yang berpositif! kalo lagi terpuruk itu pasti rasanya kesel.

5. nah jadikan rasa kesal itu "dendam positif", salurkan rasa kesal kita pada hal yang bermanfaat.  

6. kebanyakan dari kita salah dalam menyalurkan rasa sakit, kesal dsb dengan mojok dan nangis ga keruan.  

7. Ya, pastikan tidak banyak waktumu yang kosong yang membuatmu teringat-ingat lagi hal menyakitkan itu.  

8. Jauhi hal-hal yang berhubungan dengan hal yang membuatmu sakit hati, karna akan membuatmu ingat kembali.  

9. Tingkatkan lagi juga ibadah kita, karna semakin dekat dengan Allah, semakin tenang hati kita.  

10. Fokuskan saja semua pikiranmu untuk membahagiakan keluarga, dirimu, dan meraih cita-citamu.  

11. Oh ya lupa, ini move on untuk tidak pacaran lagi loh ya hehe, karna kalo pacaran lagi bukan move on.  

12. Bergaul dengan orang-orang yang satu prinsip dengan kamu, biar kamu engga teracuni lagi untuk "terjatuh".  

13. Libatkan dirimu dalam kegiatan bermanfaat. datang ke pengajian, ikut kegiatan sosial, pokoknya sibukkan diri!  

14. Oh ya, jangan dengerin lagu-lagu galau, atau baca hal-hal berbau ga to the lau, bikin kamu susah move on.  

15. isi hati kamu dengan cinta-Nya, caranya? banyakin ibadah dan beramal *seperti dipoin sebelumnya*  

16. don't give up! awalnya sih emang susah, tapi kalo dibiasain terus menerus pasti jadi mudah, saya juga dulu gitu.  

17. Jika terasa susah, jangan berkata "ah gue engga bisa move on" <-- salah besar nih, jdi sugesti loh.  

18. ucapin ke diri kamu, "gue bisa bangkit dan bisa lebih baik!" <-- nah sugestinya cakep nih  

19. Terus berdoa kepada Allah agar hati kita selalu dijaga niatnya, dan jangan terpeleset lagi.  

20. Libatkan Allah dalm bangkitnya diri kamu untuk jadi lebih baik, jangan sombong tidak melibatkan-Nya.  

21. pada akhirnya, jalani semua trik tadi secara rutin dan jangan menyerah, insya Allah kamu berhasil move on.  

22. minimal sebulan lakuin trik tadi, yang berhasil move on, mention saya ya :)  

 23. Move on niatnya karna Allah ya, insya Allah nanti akan diganti dengan yang lebih baik dan halal (setelah akad) tentunya.  

24. Jika trik ini berhasil, sila share sama teman kamu, bebaskan remaja muslim dari G.A.L.A.U :)