Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Kamis, 14 Juni 2012

Kata Mereka


1.       Kata mereka nongkrong di mall itu enak I bagi kami majlis ta’lim lebih menarik.

2.       Kata mereka pacaran itu menyenangkan I kalau kami, menikah lebih membahagiakan.

3.       Kata mereka berhijab itu ribet I mengumbar aurat, kami lihatnya risih banget.

4.       Kata mereka tilawah qur’an itu berisik I kami justru merasa asik.

5.       Kata mereka merokok itu keren I buat kami sedekah lebih keren.

6.       Kata mereka “ah sok suci” I kami jawab “dari pada sok kafir.”

7.       Kata mereka “impossible” I kami bilangnya “i’m possible”

8.       Kata mereka “ngapain sholat?” I kami tanya lagi “ngapain maksiat?”

9.       Kata mereka hidup itu banyak derita I kami rasakan hidup penuh syukur (cinta).

10.   Kata mereka “mumpung masih muda mending foya-foya” I kami bilang “selagi masih muda itu harus berkarya.”

11.   Kata mereka prinsip kami kuno I dari pada kami jadi sembrono.

12.   Kata mereka....... I  aah kata mereka doang, bukan kata Allah kan? Smile J

Follow atau Unfollow?


1.       Seseorang #follow atau #unfollow kamu itu hak setiap orang ditwitterland.

2.       Jika seseorang mem #follow kamu itu jangan merasa bangga dan senang, justru menjadi renungan. Karna dia ingin manfaat.

3.       Harapannya mem #follow kamu itu untuk mendapat ilmu dan manfaat, bukan keluhan dan juga mudharat ditimelinenya.

4.       Karna jika setelah #follow dirimu dia tidak mendapat manfaat justru kata-kata kasar, dia pun tidak nyaman membaca timelinenya.

5.       Untuk apa #follow-ers kamu banyak tapi kamu hanya pamer keluhan, cacian, dan juga hal-hal tidak manfaat, kalo saya pasti #unfollow.

6.       Saya pribadi jika ada yang minta #follow back bukannya sombong atau gimana tidak follback, tapi prinsip saya seperti tadi.

7.       Jika ada yang minta #follow back, biasanya saya cek timelinenya dulu, adakah manfaat yang saya dapat, jika tidak, maaf.

8.       “Apa yang saya baca akan mempengaruhi pribadi saya dan juga tindakan saya.” itu prinsip saya mem #follow ditwitterland.

9.       Terus terang saya malas belajar dari buku kuliah, oleh karna itu saya belajar dari twitter dan #follow yang ada ilmunya.

10.   Dan juga saya menjauhi #follow yang isinya galau cinta, pacaran, atau semacamnya, saya kan teguh #JOSH hehe.

11.   Beberapa akun saya #unfollow karna tweetnya tidak nyaman ketika saya baca, bikin hati saya keras dan keruh saja.

12.   Saya tidak ragu untuk #unfollow jika memang sudah kelewatan, bahkan jika akun itu adalah teman saya sendiri.

13.   Serius deh, bukannya sombong, tapi saya yakin dengan sabda Rasulullah saja, itu yang menjadi prinsip saya untuk #unfollow.

14.   Diri kita itu bisa dilihat dari siapa kita berteman. Itu sabda Rasul. Nah diri kita bisa dilihat dari siapa yang di #follow dan tweetnya.

15.   Laiknya teko berisi kopi tidak akan keluar susu. Akun yang positif tidak akan update hal tak bermutu. #unfollow

16.   Beberapa akun juga saya #unfollow terkait dengan aqidah islamiyah, tau kan kalo ramalan dan zodiac itu syirik?

17.   Ingat prinsipnya, “apa yang kau baca itu pengaruhi dirimu” kalo yang susah move on, #follow-nya akun-akun galau sih :p

18.   Jika ada yang #unfollow saya, engga arah tapi saya hanya merasa sedikit bersalah jika tweet saya ada yang nyelekit.

19.   Jia ada yang #unfollow, jangan marah, renungkan! Mungkin dia tidak nyaman engan tweetmu itu.

20.   Tuh kan ada yang #unfollow saya, maaf ya kalo kultwit ini nyelekit, saya hanya ingin saling berbagi manfaat, sekian :)

Rabu, 13 Juni 2012

Tepok Jidat (renungan 'sentilan')


1.       Hari gini masih berpikir sholat itu percuma dan buang waktu? #TepokJidat

2.       Hari gini masih berpikir sedekah itu membuat miskin? #TepokJidat

3.       Sudah mampu dan harta melimpah tapi engga mau naik haji? #TepokJidat lagi

4.       Fisik masih kuat, umurpun masih belia, tapi engga mau usaha? Ya Allah... #TepokJidat

5.       Hidup enak, rumah mewah, smartphone, tapi masih mengeluh? Yaaaah #TepokJidat

6.       Hari gini masih mengumbar aurat dan engga mau berhijab? #TepokJidat

7.       Itu bahasa dan kata-kata kasar keluar dari mulut kamu tuh? Serius? #TepokJidat

8.       Muslim atau muslimah, tapi males sholat? Sholatnya injury time? Astaghfirullah #TepokJidat

9.       Kasar sama orang tua? Acuh sama anak yatim? Nyaman kah? #TepokJidat

10.   Agamamu apa? Islam. Kok menghina islam juga sih? #TepokJidat

11.   Itu semua karna kita tidak memahami islam sih! Haduh #TepokJidat

Surat untukmu (calon makmumku)


Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Kepadamu dengan penuh rindu.
Bismillahirrohmaanirrohiim.
                Teruntuk muslimah hebat yang akan menjadi istriku, pendamping dalam jalan dakwahku, ibu yang penuh cinta bagi buah hatiku, ustadzah dalam madrasah kecil kita yang bernama keluarga, dan anak bagi orang tuaku. Izinkanlah aku menulis sebuah surat untukmu yang kini masih menjadi misteri bagiku. Semoga suatu hari kita akan bertemu dalam naungan cinta-Nya.
                Apa kabar dirimu di sana? Sudahkah kau menunaikan perintah Kekasihmu?  Sudahkah kau berbakti kepada ibumu? Aku harap kau tidak melupakan itu, melupakan kewajibanmu dan juga keindahan akhlak yang akan membuatmu bagai berlian di dunia dan Akhirat. Teruntuk calon istriku yang akan ditakdirkan Allah untuk menemaniku mengemban amanah dakwah ini, aku ingin menyampaikan sebuah pernyataan untukmu, semoga engkau dapat menerimanya.
                Ketahuilah, aku bukan dari keluarga berada, hartaku tidak berlimpah seperti yang kau duga. Aku tidaklah tampan bagai bintang pujaan, namun aku memiliki cinta dan tekad untuk membuatmu bahagia. Aku tidak kaya, namun aku berjanji akan berusaha memberi dirimu dan anak-anak kita yang terbaik yang aku bisa. Aku tidak bisa menjamin kau akan terus bahagia, hanya saja aku pasti kan berusaha untuk membuatmu terus tersenyum merona. Aku tidak bisa menjamin kita akan berada dalam rumah mewah, tapi aku berjanji padamu akan berusaha dengan setiap tetes keringatku bahwa kau dan buah hati kita tidak akan merana oleh terik panas dan juga dingin malam. Ya, aku akan berusaha hingga akhir hayatku untuk membuat dirimu dan buah hati kita tersenyum bahagia dan terlindung dari fitnah dunia.
                Sebelum aku tutup surat ini, satu pesanku untukmu, istiqomahlah dalam menjalankan syariat-Nya, jagalah kemuliaanmu dengan menjaga hijabmu, dan teruslah bermunajat kepada-Nya. Karna di sini akupun begitu, semoga kau adalah orang yang ditakdirkan untukku, yang terbaik dari-Nya.
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.