Setiap apa yang terjadi mengandung hikmah bagi setiap orang yang mau melihatnya lebih bijak. Karena bersama kesedihan terdapat kebahagiaan.

Kamis, 01 Desember 2011

Tidak Yang Percuma! Sampah pun Berharga!


Banyak dari kita terkadang berpikir bahwa Tuhan (Allah) menciptakan sesuatu yang kita rasa hanya membawa ketidaknyamanan dan lagi kita berpikir bahwa apa yang Tuhan (Allah) ciptakan itu menjadi sia-sia jika hanya membuat kita terusik atau kesal, benar kan begitu kawan? Banyak hal yang membuat kita terganggu, kita ambil beberapa contohnya, nyamuk, sampah, penyakit, bahkan juga kotoran manusia maupun binatang. Ya, beberapa dari kita bahkan berpikir kita diciptakan di dunia ini juga sia-sia, hidup kita tidak ada gunanya, benar kah pernyataan itu? Sebelum menjawab benar atau tidak, ayo kita sama-sama menelusuri jauh tentang hal-hal di atas, benarkah tidak berguna?
nyamuk, serangga penghisap darah
Nyamuk, serangga kecil yang selalu mengganggu kita setiap malam, suara desingan sayapnya yang mengusik ketenangan dan yang paling menganggu adalah gigitan dari serangga ini, tapi apa benar nyamuk itu tidak berarti atau sia-sia Tuhan (Allah) ciptakan? Pernah saya membaca salah seorang teman saya di salah satu jejaring sosial, dia menulis, “poor God, He creates a useless creature, mosquitoes” tapi dalam hati saya membantah statement yang dia buat. Mari kita pikirkan, nyamuk memang ada dan kerap kali mengganggu istirahat malam kita, oleh karna nyamuk ini lah maka manusia membuat obat pengusir nyamuk, entah itu yang bakar atau yang semprot, sehinggga didirikan banyak pabrik untuk memproduksi obat pengusir nyamuk tadi. Dan jika kita telusuri lagi, pabrik-pabrik itu menampung tenaga kerja yang banyak, banyak kepala keluarga yang menafkahi keluarganya dari pekerjaannya di pabrik itu, jadi bagi para pekerja itu nyamuk adalah sumber nafkah mereka, jika Allah melenyapkan nyamuk dari dunia ini, bayangkan berapa banyak pengangguran akan terjadi! berapa banyak yang kehilangan sumber nafkah mereka! Dan bayangkan berapa banyak keluarga yang akan menderita! Jadi, masihkan kita berpikir bahwa nyamuk itu tiada gunanya?
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.” (Q.S Al-Anbiya’:16)
Mengais tumpukan sampah, mencari rezeki
            Masih belum cukup dengan menelusuri manfaat dari nyamuk? Baik, mari kita pahami lagi. Sampah, benda-benda yang sudah tidak berguna, kotor, dan bahkan beraroma busuk, sangat mengganggu ketika kita melewati tumpukan sampah, benar kan? Saya yakin beberapa bahkan hampir seluruh dari kita akan menjawab iya, tapi apa sampah itu tidak berguna? Ayo kita telusuri lagi. Sampah bagi sebagian orang justru menjadi sumber nafkah (lagi-lagi sumber nafkah yang berarti nikmat Allah) bukankah pekerja kebersihan, pemulung memperoleh rezeki mereka dari sampah itu? Bukankah para pekerja kebersihan digaji untuk bekerja membersihkan sampah-sampah yang berserakan? Ya itulah pekerjaan mereka, dari sampah lah mereka mendapat uang, jadi bagi mereka sampah adalah sumber rezeki, begitupula dengan pemulung. Hey hey jangan berpikit sampah hanya untuk pekerjaan yang rendah dan tidak eksklusif! Tau yang namanya daur ulang kan? Gerakan ini juga sedang dijalankan besar-besaran karna betapa bergunanya gerakan ini untuk mengurangi pencemaran, dan banyak juga bsinis yang berjalan dari gerakan daur ulang, masih berpikir bahwa sampah itu tidak berguna atau sia-sia?
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main.” (Q.S Al-Anbiya’:16)
Masih berpikir ada yang tidak berguna di dunia ini? Sebaiknya ubah pikiran seperti itu karna sesungguhnya tidak ada yang sia-sia di dunia ini.
            Hitam tercipta agar putih menjadi berharga
            Gelap pun ada agar cahaya lebih benderang
            Kesedihan terasa agar bahagia lebih bermakna
            Kematian datang agar hidup lebih berguna

Rabu, 30 November 2011

26 Cara Berbakti Kepada Orangtua

1. Selalu berbicara sopan kepada kedua orangtua, jangan menghardik, mengomel ataupun memukul mereka. Karena walau hanya berkata “AH” saja tidak diperbolehkan dalam Islam.
2. Selalu taat kepada orangtua, selama tidak untuk berbuat maksiat kepada Allah SWT.
3. Selalu bersikap lemah lembut, janganlah bermuka masam di hadapan mereka.
4. Selalu menjaga nama baik, kehormatan dan harta kedua orangtua, serta tidak mengambil sesuatu tanpa ijin mereka.
5. Selalu melakukan hal-hal yang dapat meringankan tugas mereka bedua, meskipun tanpa diperintah.
6. Selalu bermusyawarah dengan mereka dalam setiap masalah dan meminta maaf dengan baik jika ada perbedaan pendapat.
7. Selalu datang segera, jika mereka memanggil.
8. Selalu menghormati kerabat dan kawan-kawan mereka.
9. Selalu sopan dalam menjelaskan setiap masalah. Jangan membatah mereka dengan perkataan kasar.
10. Selalu membantu ibu dalam pekerjaan di rumah dan membantu ayah dalam pekerjaan di luar rumah (mencari nafkah).
11. Selalu mendoakan mereka berdua.
12. Jangan membantah perintah mereka ataupun mengeraskan suara di atas suara mereka.
13. Jangan masuk ke tempat/kamar mereka, sebelum mendapat ijin.
14. Jangan mendahului mereka saat makan dan hormatilah mereka dalam menyantap makanan dan minuman.

15. Jangan mencela mereka, jika mereka berbuat sesuatu yang kurang baik.
16. Jika merokok, janganlah dihadapan mereka.
17. Jika telah sanggup/mampu mencari rezeki, bantulah mereka.
18. Usahakan bangun dari tempat duduk/tempat tidur, jika mereka datang.
19. Jika meminta sesuatu dari orangtua, mintalah dengan lemah lembut, berterima kasihlah atas pemberian mereka, maafkanlah jika mereka tidak memenuhi permintaan kita dan janganlah terlalu banyak meminta supaya tidak mengganggu mereka.
20. Jangan keluar dari rumah/pergi sebelum mereka mengijinkan, meskipun untuk urusan penting. Jika terpaksa pergi, maka mintalah maaf kepada mereka.
21. Kunjungilah mereka sesering mungkin, berilah hadiah, sampaikan terima kasih atas pendidikan dan jerih payah mereka serta ambillah pelajaran dari anak-anakmu betapa susahnya mendidik mereka. Seperti halnya betapa berat susahnya orangtua kita mendidik kita.
22. Orang yang berhak mendapat penghormatan adalah ibu, kemudian ayah. Ketahuilah bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.
23. Doa kedua orangtua dalam kebaikan ataupun kejelekan di terima oleh Allah Swt. Maka berhati-hatilah terhadap doa mereka yang jelek.
24. Usahakan tidak menyakiti orangtua ataupun membuat mereka marah sehingga membuat diri kita merana di dunia dan akhirat. Ingatlah, anak-anakmu akan memperlakukan kamu sebagaimana kamu memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Kedua orangtuamu mempunyai hak atas kamu, istri/suamimu mempunyai hak atas kamu. Jika suatu ketika mereka berselisih, usahakanlah dipertemukan dan berilah masing-masing hadiah secara diam-diam.
26. Bersopan santunlah kepada setiap orangtua, karena orang yang mencaci orangtua lain sama dengan mencaci orangtuanya sendiri.

Parodi Korupsi

Alkisah, setelah Hari Kiamat terjadi, bumi beserta alam semesta binasa,semua makhluk hidup mati, kemudian semua umat manusia dari zaman Nabi Adam as sampai umat manusia yang terakhir dikumpulkan di Padang Mahsyar. Saat semua manusia berdiri di depan pintu gerbang neraka dan surga, di sana terpampang banyak jamyang kecepatan putarannya berbeda-beda, ada yang lambat dan ada yang cepat. Karena rasa ingin tahunya, seorang manusia bertanya pada malaikat yang berdiri dihadapannya.

Manusia : Wahai malaikat, jam-jam apakah yang terpampang di sana? Mengapa ada banyak sekali jam namun beda putarannya?

Malaikat : Itu adalah jam dari setiap negara di dunia. Putaran jam itu menunjukkan seberapa tinggi tingkat korupsinya.

Manusia : oh begitu. Wahai malaikat, jam yang di sebelah sana itu,yang kecepatannya sedang, jam dari negara manakah itu?

Malaikat : Oh jam yang di sebelah sana itu adalah Amerika, tingkat korupsi di Amerika lumayan, namun tidak terlalu tinggi.

Manusia : Lantas jam yang putarannya lambat itu, jam darimanakah itu wahai malaikat?

Malaikat : Yang di sana itu? Itu negara Arab. Kau tahu? Di sana tingkat korupsinya rendah karena tegasnya hukum yang berlaku.

Manusia : Ya aku tahu itu, dan aku lihat semua jam dari negara ada di sini, namun aku tidak melihat jam dari negaraku.

Malaikat : Memangnya dari mana asalmu wahai manusia?

Manusia : Indonesia.

Malaikat :oh negara itu. Jam Indonesia kami letakkan di dalam neraka untuk kami jadikan kipas angin.

Manusia : ????????????564%^$%^#$%$#

Selasa, 29 November 2011

Surat Hikmah Pelangi

Pelangi, sebuah fenomena alam yang sering terjadi setelah hujan, fenomena alam yang indah karna terdiri dari berbagai warna yang berbeda (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). pelangi tampak ketika hujan telah reda, penuh dengan keindahan. pernahkah terpikir oleh kita saat melihat pelangi, bahwa dia membawa pesan dari sang Pencipta untuk manusia di dunia? atau hanya diam saat melihatnya?

Pelangi muncul setelah hujan reda, membawa pesan bahwa untuk mendapat suatu hal yang indah (kesuksesan), kita harus basah atau melewati rintangan terlebih dahulu. tidak ada kesuksesan yang dengan mudah digapai tanpa ada ikhtiar, tidak ada yang "instant" untuk meraih sesuatu. banyak orang zaman sekarang ingin meraih kesuksesan namun tidak mau bersusah-payah, ingin semua tersedia begitu saja dalam sekejap mata, padahal semua itu perlu proses dalam menggapainya, seperti pelangi yang muncul setelah hujan. Pelangi juga menerangkan arti surat Al-insyirah (fa inna ma'a al-'usri yusran,inna ma'a al-'usri yusran), yang bisa kita artikan bahwa setelah kesulitan itu ada kemudahan, setelah kesukaran akan ada kemudahan, setelah saat murung akan ada saat bahagia.
lalu warna-warna pelangi, melambangkan perbedaan dalam keharmonisan, merah dengan biru, kuning dengan ungu, bukankah itu perbedaan yang jelas? namun tetap indah bukan? ini mengajarkan kita bahwa semua makhluk itu berbeda, namun bila kita menyadari dan menerima perbedaan itu semua akan indah dan teratur, layaknya sang pelangi.

Bagaimana Ikhwan Sejati?

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...


Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...   Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"
Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tentang dia..." ia pun mengambil buku itu
"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu

Semoga kita bisa meniru dan konsisten dari segala sesuatu yang dicontohkan Rosululloh Amiiiin !!!